Sistha's Blog

Blog seorang perempuan kecil yang beranjak dewasa

Archive for the tag “Movie”

SUNNY

Apakah ini film Korea pertama yang saya bahas? Sepertinya begitu ya. Dari judulnya kira-kira ini film tentang apa ya, mau mencoba menebak? Lagi-lagi saya tertipu oleh judul. Karena bagi saya “sunny” tidak cukup memberi gambaran sehingga tidak terdengar menarik. And well yeah.. after watching it’s a good movie. Seperti “only yesterday“, film ini juga menceritakan 2 fase kehidupan yaitu masa remaja dan dewasa. Di Korea sendiri film ini berhasil menarik 7 juta pasang mata untuk menontonnya. Film ini juga berhasil menjadi Best Film di Festival Film London.

Tokoh utamanya bernama Im Na Mi, hmm bukan hanya dia saja sih sebenarnya karena teman-temannya juga penting. Tapi supaya tidak bingung kita bahas per satu-satu ya. Dimulai dari Im Na Mi dewasa yang hidup mapan bersama suami dan anak perempuannya, meski kaya namun nampaknya kehidupan mereka tidak terlalu bahagia. Dikisahkan saat itu Na Mi pergi ke rumah sakit untuk menjenguk dan membelikan tas Chanel untuk ibunya -lalu dipamerkan seruangan- yang sedang dirawat disana. Suasana menarik di kamar pasien khas kelas ekonomi -terdiri dari beberapa pasien dalam 1 kamar- yaitu saat televisi sedang menayangkan drama, semua pasien menjadi akrab karena itu riuh mengomentari jalan ceritanya -persis dengan kita kalau lagi menonton sinetron-. Nah, dari kunjungan ke rumah sakit inilah cerita dimulai karena tanpa sengaja dia melewati sebuah kamar perawatan yang mewah dan membaca papan nama pasiennya, Ha Chun Hwa. Pasien kanker yang diprediksi hidupnya tinggal 2 bulan lagi itu ternyata adalah teman sekolah Na Mi, bos di Sunny. Mereka bertemu melepas rindu, berbicara tentang kehidupan mereka hingga suatu misi sebagai bentuk permintaan terakhir dari Chun Hwa. And the Sunny story begin

Kembali ke era 80-an. Awal mula pertemuan mereka di sekolah putri di Seoul, Im Na Mi muda adalah murid pindahan dari desa. Kehadirannya langsung menarik bagi Chun Hwa dan 6 anggota kelompoknya, karena walaupun clumsy Na Mi adalah anak yang pintar dan berprestasi. Menjadi poin plus yang membuat Na Mi diterima dikelompok Chun Hwa sebagai anggota baru adalah saat geng mereka akan duel dengan geng sekolah sebelah, Na Mi tidak bisa mengendalikan diri “berkata-kata” yang membuat geng lawan ketakukan dan mereka pun menang.

Film ini menampilkan gaya hidup yang menarik, bisa rekayasa namun sangat mungkin benar-benar terjadi. Na Mi sebagai remaja sekolah yang memakai sepatu merk SPECS merengek meminta tas dan sepatu bermerek seperti yang dipakai teman-temannya di sekolah yaitu NIKE. Anak-anak geng itu yang sebenarnya masih pada kecil-kecil bergaya sok dewasa saat di luar dan hendak menunjukkan identitasnya. Kalian akan lihat mereka menggunakan sepatu berhak tinggi ketika berhadapan dengan musul -untuk duel-. Dan saat Na Mi dan Su Ji yang berpura-pura menjadi dewasa dengan menggunakan lipstik agar bisa minum-minum dan pulang larut malam.

Nikmatilah film yang disajikan dalam alur campuran ini. Kisah persahabatan diantara mereka menarik, seru dan menyenangkan. Chun Hwa sebagai leader, jago bela diri dan mengayomi anggotanya. Kim Jang Mi berbadan lebih yang selalu nampak sibuk membuat double eyelid, bahkan kelakuannya ini populer dikalangan guru. Saya menduga ketika besar anak ini akan melakukan operasi untuk mewujudkan keinginannya itu. Hwang Jin Hee si ramping yang berbahaya mulutnya, jago maki-memaki. Jangan di contoh ini, kebiasaan buruknya itu berlanjut sampai ia dewasa. Melihatnya mengingatkan saya dengan Belinda “Anna” di Amigos x Siempre. Seo Geum Ok penyuka sastra, masa depannya kurang baik terkait persoalan keluarga. Pesolek yang berambisi menjadi Miss Korea, Ryu Bok Hee, ternyata nasib tak berpihak padanya. Hidupnya malah berantakan, ia terpaksa menjadi pekerja malam dan karena tidak bagus secara ekonomi ia harus tinggal terpisah dengan anaknya. Model yang diceritakan paling cantik namun dingin, Su Ji, yang paling jarang bicara dan membenci Na Mi pada awalnya hanya karena Na Mi berasal dari daerah yang sama dengan ibu tiri yang dibencinya. Saya suka bagaimana Na MI dengan gentle-nya menyelesaikan masalah diantara mereka.

referensi:
http://hallyuwood-indo.blogspot.com/2012/01/sunny-korean-movie.html

Only Yesterday [おもひでぽろぽろ]

Film animasi Ghibli yang lagi-lagi cukup lama nganggur di file Movie. Testimoni bagus dari beberapa orang tak cukup menggugah niatku untuk mencoba melihatnya. Entahlah bayangan dorama masih lebih memikat waktu itu. Sampai akhirnya ketika stok file film semakin menipis, dan aku sedang tak ingin menonton dorama yang bisa membuat penasaran episode selanjutnya. Inilah hasil dari tontonannya. Seperti sebelumnya review film yang ditulis dalam blog ini statusnya disarankan.

Only Yesterdey diangkat dari manga berjudul Omohide Poro Poro dan diangkat ke dalam animasi oleh Studio Gibhli dan rilis pada 20 Juli 1991. Wow, aku masih batita saat itu!
Film ini menceritakan 2 fase kehidupan seorang Taeko, saat masih kecil dan Taeko besar. Taeko besar yang masih lajang di usia 27 tahun itu bekerja di Tokyo tahun 1982. Saat liburan kantor dia memutuskan untuk berlibur ke desa tempat keluarga dari saudara iparnya, menikmati kehidupan di desa. Keputusan yang dirasa aneh bagi sebagian orang yang liburan adalah masa berleha-leha bukan justru bercocok taman. Selama masa liburan ini Taeko terbawa kenangan masa kecilnya di tahun 1966. Alur maju dan mundur bercampur dalam film, penonton diajak ikut bernostalgia pada masa lalu Takeo. Yang lucu dan membuat tersipu-sipu adalah saat Taeko kecil ditaksir oleh seseorang dan komunikasi terjadi antara mereka. Taeko besar jadi senyum-senyum sendiri mengingat masa itu.

Yang menarik dan membuat saya memutuskan merekomendasikan film ini adalah bahan obrolan antara Taeko dengan seorang pria dari keluarga iparnya itu -lupa namanya-. Mereka berbincang tentang desa, desa yang masih asri itu banyak ditinggalkan anak-anak muda yang tak ingin lagi bertani dan berkebun. Mereka lebih menyukai kehidupan modern di kota. Jadilah desa banyak dihuni oleh orang-orang tua yang tetap giat dan senang bekerja keras. Keras dalam arti giat dan keras dalam arti jenis pekerjaan. Pria itu menceritakan bagaimana pada masa lalu desa itu dibangun, pohon-pohon besar ditanam dan membentuk pola tertentu bukan tanpa maksud atau asal-asalan saja. Semua mempertimbangkan sifat alam, pohon-pohon itu melindungi desa dari tanah longsor juga menjaga persediaan air tanah. Yah memang begitulah seharusnya pembangunan itu. Bukan alam yang menyesuaikan ego manusia, tapi manusialah yang harus mengikuti aturan alam. Toh semuanya akan kembali pada keseimbangan kehidupan manusia itu sendiri. 

Diucapkan pula oleh pria itu, manusia sekarang bekerja untuk menghasilkan uang. Seolah tanpa uang mereka tidak dapat hidup, seolah ialah satu-satunya yang mampu membuat manusia bertahan hidup. Padahal jika kita flashback sejenak, orang-orang dulu kan tidak mengenal uang. Tempat tinggal dan bahan makanan semua disediakan oleh alam, manusia hanya perlu tetap menjaganya. Manusia bisa hidup tanpa uang, tapi mereka tidak bisa hidup jika tidak didukung oleh alam.

Saya jadi ingat saat setiap kali mengunjungi daerah Lembang, penduduk menjadi kaya dan tak segan membagi-bagikan kekayaannya saat panen tiba. Jarang tiap berkunjung kesana saya pulang dengan tangan kosong, ada saja oleh-oleh yang diberikan.

Film ini bagus, khas Studio Ghibli. Nikmati saja setiap momennya, akhir ceritanya bagus dan menggemaskan. Lebih jelasnya silakan ditonton sendiri saja ya. Hehe

sumber info:
http://www.nausicaa.net/wiki/Only_Yesterday
foto dari berbagai sumber

Post Navigation