Sistha's Blog

Blog seorang perempuan kecil yang beranjak dewasa

First Experience in GA Flight

Alhamdulillah, setelah sekian lama bolak-balik mudik naik pesawat akhirnya saya berkesempatan naik maskapai penerbangan paling bergengsi di Indonesia yaitu Garuda Indonesia, untuk rute Jakarta (CGK) – Balikpapan (BPN). Tanggal 5 saya sudah bolak-balik travel agent hunting tiket pesawat, maksud hati ingin cepat mudik biar dapet murah jadi ngecek tanggal 18 atau 19 tapi ternyata sudah menginjak angka 1 juta. oh tidak. Untuk perjalanan mudik kali ini saya berambisi untuk naik Garuda, karena mendengar kabar seorang kawan dan bahkan adik saya sendiri yang berhasil mendapat tiket murah beberapa kali. Mendengar kenyataan harga sejutaan itu hampir bikin putus asa, tapi kemudian tanpa ragu meminta mbak travelnya ngecek tanggal 21 dan 22. Tanggal 21 tuh hari ahad jadi saya pikir bakal padat aktivitas dan jadi mahal tapi eh ternyata di tanggal 21 itulah harga masih murah. Memang rejeki gak kemana, jadilah tanpa ragu mem-booking-nya. Singkat cerita saya berhasil mendapat tiket untuk pemberangkatan tanggal 21 pukul 17.15. Maksud hati pilih terbang sore agar naik travelnya bisa lebih siang eh ternyata kenyataan berkata lain.
Terlalu santai, jadi baru memesan travel H-2 dan ternyata all seat full. Untungnya masih ada 1 seat kosong dan mau tidak mau saya -daripada gak jadi berangkat- ikut travel jam 9 pagi. Dari Bandung ke Bandara Soeta (julukan singkat Soekarno-Hatta) menghabiskan sekitar 3 jam plus arus lantas padat merayap. Saya mengkhayal lalu lintas akan macet sekali sehingga sampai bandara jam 1. Kalaupun itu terjadi masih harus menunggu 4 jam lagi. hadeuuu.. Pada hari yang dijadwalkan pun saya berangkat. Di travel bersebelahan dengan mahasiswa baru Psikologi Unpad, dan kami cukup ngobrol diperjalanan. Ternyata diapun bernasib nyaris sama, pesawatnya jam 4 sore. Ha-ha-ha- kami pun tertawa kering, barangkali membayangkan waktu yang akan kami lalui menunggu si “besi terbang”. Bercakap-cakap hingga merasa ngantuk dan tidur zz..zz..zzz.. Hoahemm… ketika bangun kami sudah berada di Jakarta. Apaaah?? cepat sekali dan kami saling bertanya waktu. Okeh jam 11.30 kami sudah tiba di Bandara tercinta. Mahasiswa baru itu pun turun lebih dulu di terminal 1A. Kami pun berdadah-dadah. Hiks saat itu entah kenapa saya berpikir seandainya naik pesawat yang biasa mungkin akan bisa menghabiskan waktu bersamanya tentu lebih menyenangkan daripada sendiri. Biasa pikiran manja nih. Travel terus berjalan menuju terminal 2 dan saya pun turun. Hoho karena pertama kali maka semuanya terasa asing. Bahkan pintu masuk pun saya tak tahu. Ah santai tak perlu panik, pun jika saya tersasar masih ada waktu 5 jam. Tetap cool saya diam dan memperhatikan sekeliling, mencoba membaca situasi dan segala sign system yang ada. Oke saya menemukan pintu masuk. Dan waaa ramainyaaa, lalu tiba-tiba seseorang menyapa saya -sepertinya mahasiswa mau mudik juga- dia bertanya kemana kalau mau cek-in. Wah saya juga pertama kali kesini, kemudian saya tanya penerbangan jam berapa? oh ternyata 11.45, sebentar lagi. Masih ingin membantu anak bingung itu sayapun memperhatikan sekeliling dengan cepat dan “Aah, itu dia! Ada pemeriksaan tiket disana, pasti itu menuju ruang cek-in.” Anak itupun pergi kearah yang saya tunjuk dan saya senang bisa membantunya. Sekarang giliran saya bingung, melihat trolley kosong saya ambil aja buat taruh barang. Kemudian menunggu.. menunggu.. . . . eh saya nungguin apaa? Orang-orang disini kan pengantar dan saya gak perlu ikut bengong bareng mereka, karena saya akan bengong sendiri 5 jam kedepan.
bukti udah check-inOkelah soal tunggu menunggu urusan belakangan sekarang yang penting check-in dulu. Kondisi saat itu sedang sepi malah bikin bingung ini teh udah buka apa belum cek-in nya? Eh ada si mbak lagi berdiri diatas podium (entah apa itu namanya) dengan tulisan “Information“. Mbaknya melihat ke arah saya seolah bisa membaca pikiran “Tanya aja dek, pasti kamu lagi bingung. Pegel juga nih saya nganggur kagak ada yang nanya daritadi.” Hehe.. peace mbak. Ceritanya saya udah nanya dan mbaknya nunjukkin kalo counter-counter yang ada gak tutup dan melayani penerbangan jurusan apapun. Tapi sebelum itu tasnya harus dikasi semacam sabuk kuning pengaman. Oke, sip setelah beres saya mulai masuk antrian dan milih yang agak rame biar bisa liat contoh orang cek-in. Yaa kali aja beda maskapai beda sistem. Karena sepi saya masuk antrian ke-3. Setelah menunggu saya ditegur sama beberapa orang. Kenapa? Kenapa? oh ternyata saya disuruh pindah ke counter sebelah yang lagi kosong. Ya mana saya tahu, kirain toko sebelah tutup, sepi sih. Karena anak baik maka saya nurut dan geres kesebelah, menyerahkan print out tiket. Orang dibalik konter itu bertanya kaget -sepertinya takut salah- “Jam 5?” Saya jawab dengan biasa “Iya”. Jangankan si mas konter, saya aja kaget bisa nyampe bandara sesiang ini. Dan tujuan pertama saya setelah menerima bukti cek-in adalah mushola. Ya sembari menunggu waktu dzuhur. Terlalu~ bahkan waktu dzuhur pun belum tiba. Dan saya pikir saya tidak perlu menjamak sholat. Dari dzuhur sampai selesai sholat ashar setia di mushola. Membunuh waktu dengan tilawah dan membaca buku, begitu saja selang-seling. Ternyata isi buku yang saya baca sampai terkantuk itu menarik perhatian seorang mbak yang ternyata bertugas di bagian Counter Transit. Lalu kami bercakap-cakap sampai waktu dia harus kembali bekerja. Haah lumayan bikin mood senang lagi.
Selesai sholat dan sudah jam 4, oke saatnya keluar dan melihat-lihat. Mencari tempat duduk yang kosong untuk mulai “membaca” keadaan lagi. Yang harus dilakukan berikutnya adalah “Masuk ke Ruang Tunggu”. Tapi saya masih belum tahu kemana harus menuju dan untuk itulah saya perlu melihat-lihat lagi. Menemukan beberapa hal menarik -yaa mungkin lain waktu akan dijabarkan- dan tak terasa setengah jam berlalu. Setelah tahu arah dengan mantap melewati pemeriksaan terakhir sebelum akhirnya  dicek lagi di ruang tunggu. Dan aaah leganyaa sudah di ruang tunggu, dan rasanya tak percaya berhasil melewati masa penat 5 jam itu. Sekitar 45 menit menuju penerbangan yang dinanti. Hmmm.. aroma kampung halaman tercium semakin tajam. halah gombal hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: