Sistha's Blog

Blog seorang perempuan kecil yang beranjak dewasa

Only Yesterday [おもひでぽろぽろ]

Film animasi Ghibli yang lagi-lagi cukup lama nganggur di file Movie. Testimoni bagus dari beberapa orang tak cukup menggugah niatku untuk mencoba melihatnya. Entahlah bayangan dorama masih lebih memikat waktu itu. Sampai akhirnya ketika stok file film semakin menipis, dan aku sedang tak ingin menonton dorama yang bisa membuat penasaran episode selanjutnya. Inilah hasil dari tontonannya. Seperti sebelumnya review film yang ditulis dalam blog ini statusnya disarankan.

Only Yesterdey diangkat dari manga berjudul Omohide Poro Poro dan diangkat ke dalam animasi oleh Studio Gibhli dan rilis pada 20 Juli 1991. Wow, aku masih batita saat itu!
Film ini menceritakan 2 fase kehidupan seorang Taeko, saat masih kecil dan Taeko besar. Taeko besar yang masih lajang di usia 27 tahun itu bekerja di Tokyo tahun 1982. Saat liburan kantor dia memutuskan untuk berlibur ke desa tempat keluarga dari saudara iparnya, menikmati kehidupan di desa. Keputusan yang dirasa aneh bagi sebagian orang yang liburan adalah masa berleha-leha bukan justru bercocok taman. Selama masa liburan ini Taeko terbawa kenangan masa kecilnya di tahun 1966. Alur maju dan mundur bercampur dalam film, penonton diajak ikut bernostalgia pada masa lalu Takeo. Yang lucu dan membuat tersipu-sipu adalah saat Taeko kecil ditaksir oleh seseorang dan komunikasi terjadi antara mereka. Taeko besar jadi senyum-senyum sendiri mengingat masa itu.

Yang menarik dan membuat saya memutuskan merekomendasikan film ini adalah bahan obrolan antara Taeko dengan seorang pria dari keluarga iparnya itu -lupa namanya-. Mereka berbincang tentang desa, desa yang masih asri itu banyak ditinggalkan anak-anak muda yang tak ingin lagi bertani dan berkebun. Mereka lebih menyukai kehidupan modern di kota. Jadilah desa banyak dihuni oleh orang-orang tua yang tetap giat dan senang bekerja keras. Keras dalam arti giat dan keras dalam arti jenis pekerjaan. Pria itu menceritakan bagaimana pada masa lalu desa itu dibangun, pohon-pohon besar ditanam dan membentuk pola tertentu bukan tanpa maksud atau asal-asalan saja. Semua mempertimbangkan sifat alam, pohon-pohon itu melindungi desa dari tanah longsor juga menjaga persediaan air tanah. Yah memang begitulah seharusnya pembangunan itu. Bukan alam yang menyesuaikan ego manusia, tapi manusialah yang harus mengikuti aturan alam. Toh semuanya akan kembali pada keseimbangan kehidupan manusia itu sendiri. 

Diucapkan pula oleh pria itu, manusia sekarang bekerja untuk menghasilkan uang. Seolah tanpa uang mereka tidak dapat hidup, seolah ialah satu-satunya yang mampu membuat manusia bertahan hidup. Padahal jika kita flashback sejenak, orang-orang dulu kan tidak mengenal uang. Tempat tinggal dan bahan makanan semua disediakan oleh alam, manusia hanya perlu tetap menjaganya. Manusia bisa hidup tanpa uang, tapi mereka tidak bisa hidup jika tidak didukung oleh alam.

Saya jadi ingat saat setiap kali mengunjungi daerah Lembang, penduduk menjadi kaya dan tak segan membagi-bagikan kekayaannya saat panen tiba. Jarang tiap berkunjung kesana saya pulang dengan tangan kosong, ada saja oleh-oleh yang diberikan.

Film ini bagus, khas Studio Ghibli. Nikmati saja setiap momennya, akhir ceritanya bagus dan menggemaskan. Lebih jelasnya silakan ditonton sendiri saja ya. Hehe

sumber info:
http://www.nausicaa.net/wiki/Only_Yesterday
foto dari berbagai sumber

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: