Sistha's Blog

Blog seorang perempuan kecil yang beranjak dewasa

My Name Is Khan (माई नेम इज़ ख़ान)

Film yang membuat saya tertarik untuk menontonnya setelah dibicarakan beberapa orang bahkan oleh pembicara di sebuah seminar kecil. Bukan, bukan karena film India, juga bukan karena pemeran utamanya Shahrukh Khan ataupun Kajool (bahkan Kajool ini, baru tahu pas nonton). Saya tertarik karena ada cerita ISLAM di dalamnya.. yah walaupun dalam banyak hal saya masih kurang sreg, namun secara keseluruhan film ini bagus ditonton.

dan sutradaraMy Name is Khan merupakan film yang disutradarai oleh Karan Johar yang diproduksi oleh Dharma Production. Karan Johar nama yang tidak asing lagi di dunia perfilman India. Beliau adalah director dari film fenomenal (haha lebay) Kuch Kuch Hota Hai tahun 1998 (siapa coba yang gak tahu, saking fenomenalnya). Lalu Kabhi Kushi Kabhi Gham di 2001, yang ini juga gak kalah ngeTOP. Tahun 2006 ada Kabhi Alvida Naa Kehna, bagi pecinta Sahrukh Khan, Rani Mukerjii, Prety Zinta, dan Abhyshek Bachan (duh ejaan namanya berantakan, maaf ya) tentu sudah mengenal film ini. Film-film lain seperti Duplicate (1998), Kal Ho Naa Ho (2003), Dostana (2008), Koochie Koochie Hota Hain (2010) pun tak luput dari sentuhannya. Dan di 2010 meledak lagi nama beliau dengan rilisnya My Name Is Khan.

Baiklah itu tadi sekilas tentang Karan Johar, the Director. Kita kembali ke cerita utama dari MNIK (ah biasalah filem India suka disingkat-singkat).

Film dimulai dengan Rizwan Khan (Tanay Chheda) muslim kecil yang menderita sindrom Asperger syndrome. Dia tinggal bersama ibu (Zarina Wahab) dan adiknya, Zahir Khan, di Borivali, daerah Mumbai. Rizwan kecil amat disayangi oleh ibunya, bahkan beliau tampak bersikap tidak adil pada sang adik. Hal ini menimbulkan kecemburuan & kemarahan Zahir pada Rizwan & ibunya. Kecemburuan ini terus berlanjut hingga keduanya dewasa. Zahir memutuskan untuk merantau ke Amerika Serikat. Sudah sukses, Zahir mengajak ibunya untuk tinggal di Amerika. Tapi ibunya tidak mungkin meninggalkan Rizwan sendiri di India, jadilah Rizwan juga diajak. Namun takdir berkata lain. Sang Ibu meninggal dunia. Karena kini tinggal sendiri, Rizwan ikut adiknya ke California, Amerika.

Di Amerika, Rizwan tinggal bersama Zahir &  istrinya. Pertama bertemu istri Zahir merasa aneh dengan tingkah laku Rizwan, namun ia segera menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Apa coba? ya itu tadi sindrom Asperges. Dia memberi beberapa tips pada Rizwan untuk mengobati ketakutannya pada warna kuning, tempat baru, dan keramaian. Yah begitulah waktu berlalu, hingga dia bertemu dengan Kajoooool. Disini namanya Mandira. “Wah Kajool lama gak ketemu. Terlihat lebih berumur.” komentar pribadi saya.

Pertemuan Mandira memberi warna baru di kehidupan Rizwan. Singkat cerita, akhirnya mereka menikah dan memulai bisnis salooon. Ya tadinya Mandira memang bekerja di salon jadi ya semacam melanjutkan profesi. Kehidupan mereka berlangsung bahagia sampai terjadilah peristiwa 9/11. Kejadian yang yah menurut orang-orang sok tahu itu disebabkan serangan terorisme. Pake nuduh-nuduh orang Islam pelakunya lagi. Ih bikin gemeees deh..!! Diawali dengan peristiwa ini, kesulitan-kesulitan mulai datang. Sampai akhirnya mereka berpisah. Kenapa mereka berpisah -berpisah lho bukan bercerai- ? Nah dari sinilah perjalanan panjang Khan untuk bertemu dengan Presiden Amerika dan mengatakan …

My Name is Khan. And i’m Not a Terrorist

Single Post Navigation

14 thoughts on “My Name Is Khan (माई नेम इज़ ख़ान)

  1. Pas filmnya selesai lihat sponsornya ga sist? Ternyata sponsored by Abu Dhabi.
    Yah, kalau punya uang, kesempatan berdakwah jadi lebih luas ya. Kebayang kan film ini jadi box office di amerika, berapa banyak orang yang mindset-nya bisa berubah? (walaupun ada beberapa cerita yang nisa kurang setuju juga)

    Sist, kok blogmu jadi tempat sinopsis film? Tapi bagus juga sih, buat tau referensi film yang layak ditonton. Btw, gARis punya proker nonton bareng lho. Jadi, kalau ada film bagus lagi kabar-kabari ya.
    Kapan DSM bisa bikin film nih? =)

    • Wah gak lihat, soalnya sibuk lagi ngusap2 muka yg meleleh sepanjangan film haha..
      Iya, kita bener-bener gak punya pilihan lain. HARUS KAYA!! Demi terwujudnya cita-cita mulia untuk membangun sesama.
      Emang ceritanya masih kurang syar’i sih.
      Jadi t4 sinopsis film? Pdhl mestinya artikel2 ISlami ya.. Memang aku g konsen disitu utk blog ini. Org2 kan pada demen nonton, aku harap bisa berdakwah dengan cara ini. memberi referensi film2 bermutu..

  2. Muka ngeleleh????

    Ko kayak nisa, ya? –> Nisa di sini Nisa ade saya, bukan Nisa yang di atas…

    OKE…
    KITA PASTI KAYA! ^^

    Smangat Sistha!!!

  3. ayo kita ciptakan flm seperti ini sist! ^^

  4. namasayar1 on said:

    someday…will be…
    n i’ll be part of that…
    My Name Is Erwan Khan…
    (ini beneran nama belakang kakek sy Khan lho…)

    Perlu Idealisme yg kuat, untuk bertarung di pasar Internasional… untungnya si Karan Johar ini berani mengangkat tema ini, dan di India sendiri ISLAM sedang bangkit…

    Di Indonesia kapan?
    Kitalah pelakunya…
    10 tahun lagi jangan sampai ada pilm ngesot2an, perawan2 apalah, pocong2 apalah…tapi film yg berisi nilai TAUHID…
    insyAllah bukan Utopia…

    sekarang, giliran kita!

    nb::
    Sistha, Kajol namanya bukan Kajool…aslinya Kajlima Mukherjee…

    • kau ini macam bikin soal aja “isilah titik-titik dibawah ini”..

    • iya, harus berani..
      smoga kita diberikan kberanian untuk mengungkapkan kebenaran.
      Jadi kepikiran, ..
      kenapa dunia politik itu “kotor”?
      Karena orang-orang “bersih” enggan masuk kedalamnya.
      Jadi kapan kita hijrah dari Gelap menuju Cahaya?

      Jazk.khair buat koreksinya. akan diperbaiki.

  5. racchanKD on said:

    wow, saya mau ikutan bikin film begituan (tauhid) kaka. Cape saya liburan nyetel tv kok isinya begituan (halgapenting) terus.
    Yakin bisa lah kalo kerja keras!🙂

    btw Teh Sist, ‘mas yg lupa namanya’ itu bukannya adek-nya Rizwan Khan, ya?

  6. film ini bikin terharu banget….dan karan johar itu walau masih muda udah banyak bikin film yang keren2 ya. Ihate luv stories t juga bikinan dia kan?

  7. maaf, saya harus membenarkan bahwa saudara Rizwan Khan yang di Amerika bukanlah kakaknya, melainkan adiknya yaitu Zakir Khan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: