Sistha's Blog

Blog seorang perempuan kecil yang beranjak dewasa

Ketika Cinta Bertasbih 2

Melanjutkan sekuel pertamanya, untuk sekuel kedua ini dinilai berbagai pihak lebih bagus. Diawali dengan cuplikan pada sekuel pertamanya, dilanjutkan dengan pidato Ayyatul Husna. Bagian ini harusnya mengharukan tapi saya malah tertawa. Anda akan tahu kenapa jika sudah menonton. Tapi disini cerita lebih padat dan bisa dinikmati. Setting tempat di Solo dan sekitarnya, bukan lagi Mesir.

ketika-cinta-bertasbih-2Kisah Khairul Azzam yang kembali ke kampung halamannya di Solo setelah Lulus S-1 dari Universitas Al-Azhar, Kairo. Pulang dengan gambaran masa depan yang belum jelas, tentang karir dan jodoh. Tetangga pun mulai mencibir bahwa lulusan Al-Azhar University biasanya jadi kiai atau ulama besar. Mendengar kabar ini, ibu Azzam geram dan menjadi gelisah, bahkan menyuruh adik Azzam, Husna untuk mencarikan pekerjaan. Pekerjaan apapun untuk membuat Azzam terkesan bekerja alias tidak menganggur.

Dengan latar belakang pengalaman berwirausaha selama di Mesir, Azzam pun tidak patah semangat untuk membangun usahanya sendiri. Awalnya menjadi bekerja sebagai jasa pengantar barang kemudian membuka usaha Bakso Cinta. Inovasi baru baso berbentuk hati. Usaha ini berkembang cepat dengan anak muda sebagai konsumen utamanya. Namun ternyata jalan jodohnya tidak selancar usahanya, hal inilah yang selalu disinggung oleh ibunya.

Wanita yang ia dambakan, Anna Althafunnisa telah dipinang sahabatnya sendiri, Furqon. Dan dengan menyimpan kepedihan hati keduanya bertemu dalam resepsi pernikahan. Walaupun saat itu sedang dekat dekat dengan Eliana yang jelas-jelas menaruh hati padanya dan telah berkerudung,  Azzam belum bisa terima. Ia mendambakan wanita muslimah. Azzam pun berusaha mencari tambatan hatinya, walaupun cukup banyak hambatan yang ia hadapi, yang kemudian membuatnya hampir putus asa.

Yang menarik disini adalah lika-liku kehidupan sampai akhirnya Azzam menikah dengan pujaan hatinya, Anna Althafunnisa.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: