Sistha's Blog

Blog seorang perempuan kecil yang beranjak dewasa

Perempuan Berkalung Sorban

perempuan-berkalung-sorban1Pesantren tampaknya sedang naik daun sebagai setting pembuatan film. Lihat saja 3 Do’a 3 Cinta yang kemudian diikuti film Perempuan Berkalung Sorban. Seperti 3D3C, Perempuan Berkalung Sorban (PBS) inijuga mengambil setting utamanya di Pesantren bernama A-Huda.
Apa ada hubungannya dengan Huda (Nicolas) di 3D3C ya? Atau hanya kebetulan sama?

Kembali ke PBS. Melihat Revalina di sinetron membuat saya agak meragukan aktingnya di film. Setelah menonton, ternyata Reva mampu memerankan tokoh utama Annisa dengan baik. Terlihat lebih berkualitas.

Awal cerita penonton dibuat geram dan “merinding” dengan adegan-adegannya tapi semakin ke belakang menampilkan perjuangan seorang Annisa yang sempat trauma pada pernikahan pertamanya.
Paksaan dari orang tuanya, Annisa menikah dengan Samsudin yang kedua orang tuanya pun pengelola sebuah pesantren. Ternyata pernikahan ini membuat Annisa tertekan karena Samsudin bukanlah suami yang baik (nonton sajalah, saya merinding menceritakannya). Setelah diceraikan Samsudin karena dituduh berzina, Annisa menikah dengan Khudori.

film20041Khudori, lulusan Kairo, yang ternyata punya hubungan spesial dengan Annisa. Annisa marah karena Khudori meninggalkannya ke Kairo. Setelah Annisa diceraikan Samsudin, Khudori berkeras ingin menikah dengan Annisa meskipun Annisa beberapa kali menolaknya, masih merasa sakit hati. Sampai akhirnya Annisa luluh dan menerima lamaran Khudori. Pernikahan kedua ini membawa kebahagiaan dalam hidup Annisa. Khudori benar-benar suami yang sabar dan pengertian (suami idaman nih. Hehe..).
Sampai akhirnya pembicaraan menyangkut anak. Annisa merasa tersinggung dan bangkit emosinya. Menimbulkan prasangka pada dirinya sendiri sebagai istri yang tidak bisa segera melahirkan keturunan.

Dapatkan VCD originalnya sudah ada di Gramedia (Merdeka-Bandung).

Single Post Navigation

10 thoughts on “Perempuan Berkalung Sorban

  1. walah..
    kok nggantung gini tho..😥
    tapi gak papa deh…jadi penasaran hehehe….
    Salam Kenal,

  2. morinmorefun on said:

    hohohoho….neng katanya ni pelm di cekal yah?
    gara2 ngejelek2in pesantren benarkah (wah pipir bisa ngamuk nih)

    tapi saya jadi penasaran pengen nonton euy

  3. Thx to Faiza dan Teh Morin.

    Iya emang film ini menurut saya pantas di cekal.
    Membuat pesantren berkesan negatif.
    Terlebih masyarakat kita msh suka menelan apa yg dilihat bulat2. (tidak dipikirkan lagi)

    Pdhl kalo dilihat positifnya, film ini lumayan berkisah.

  4. Sebenarnya saya belum pernah nonton filmnya. Baru lihat trailernya aja. sempat cengo’ pas ada adegan mba’ reva bilang “zina-hi aku!!” Lha!!! cengo’
    saya juga sempat mikir bagaimana kalau kita buat film “lelaki berkalung sorban” -kisah tentang musikus berambut gimbal dengan sorban di lehernya, sambil nyanyi2 .

  5. Anisa (Reva) bilang begitu krn saking tdk tahannya menghadapi perilaku suaminya yg tdk menghormatinya. Sengaja di tampilkan moment itu biar org2 pd penASAran & pengen nonton. Strategi pemasaran yg bagus.

    Boleh tuh kang idenya. Ayo kang Produseri acara kita. Bukan berarti selesai jadi Kadep, lalu udahan aja. Ayo kang meriahkan DSM lagi.

  6. Barusan saya nonton film ini di Youtube. Sumpah..keren! Film ini menurut saya justru menunjukkan bagaimana wanita sebagai istri harus dipermuliakan dan tidak diperlakukan semena2. Saran saya buat yang belum nonton..tonton aja deh! ingat..ini film hanya FIKSI. tidak semua Kyai seperti itu..dan tidak semua pesantren seperti itu. Saya sendiri kok tidak merasa film ini menyudutkan pesantren ya? Toh, si Hanung hanya mengambil setting salah satu pesantren dan telah melakukan riset sebelum film ini dibuat. Saya rasa film ini mengandung pesan moral yang sangat tinggi. Mengenai Annisa yang minta dizinahi saya rasa itu cukup manusiawi dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi pada orang2 yang mengalami terpaan hidup yang teramat sangat berat.. (top banget deh skenarionya ini film! 4 thumbs up!).

    Buat Hanung: tetaplah berkarya! tetaplah maju sineas2 Indonesia
    Buat penonton film: cobalah lebih dewasa.. dan open minded🙂.

  7. RatTih on said:

    Buat mas hanung, tetaplah berkarya walau di cekal,,, terutama karya-karya dalam menghidupkan perfilman islam…………………. Walau jujur cih, saya juga belum nonton,, V bener deh, pengen…….hohoho.Cuz di kota saya ga ada cinema. Jdi bwt mas Hanung,,lebih bijaklah,, tayangin di tv dunk…………… di tunggu ya

    tUZZZ BUAT TEMEN TEMEN YANG KEBETULAN BACA BLOG INI,,, BUKA FS-Q YA

    leBAH99_Ratih16793@yahoo.com

  8. Mohamed Khdziri on said:

    Di manalah saya boleh dapatkan VCD ini di Malaysia??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: